Bukan tipe yang mudah curhat, bukan karena pandai menyimpan rasa. Tapi hanya takut dihakimi. Terkadang ngga semua curhat berharap mendapatkan feedback. Hanya butuh didengar dan berharap perasaan yang ada saat itu divalidasi. Tapi karena tidak semua orang bisa mengerti, yang ada malah penghakiman yang didapat. Alhamdulillah suami tipe pendengar yang baik, sangat mengerti aku. Tidak pernah menuntut kekurangan ku untuk berubah. Tapi sangat memahami. Justru itu yang membuat aku semakin "tau diri" Ngga mau terlalu membebani dengan segala kegaduhan isi kepala ku. Masih berharap tulisan ini tidak ditemukan oleh siapapun, apalagi orang terdekat. Karena hanya ingin sekedar menulis dengan leluasa.
Bismillahirrahmanirrahim, Doa ku, semoga tulisan ini tidak sampai kepada orang-orang yang mengenal ku ;) Tak terbaca siapapun sungguh tak apa, karena aku hanya ingin punya ruang bercerita. Terkadang ngga semua hal yang aku rasakan bisa dimengerti orang lain. Ngga apa, karena memang wajar saja. Alasannya? Ya entah, pokoknya wajar saja ketika orang lain kurang bisa atau bahkan ngga bisa mengerti pemikiran ku, perasaan ku,,, Aku capek hidup... Bukan karena ngga kuat dengan segala probelmatika kehidupan. Aku cuma ngga bisa hidup layaknya manusia pada umumnya. Aku ngga bisa bersosialisasi, aku kadang ngga punya energy untuk berkomunikasi, aku lelah menjadi manusia "seharusnya" Harus gini, harus gitu... Aku cuma mau jadi aku aja, tanpa penjelasan.