Langsung ke konten utama

Persiapan

 Hidup hari ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk mempersiapkan hari esoknya, itu kalimat yang aku katakan ke suami.

Alasan kalimat itu terucap ketika kami sedang membahas budget rumahtangga.

Terkadang yang bikin ngga cukup tuh karena kurang disiplin dengan perencanaan keuangan yang sudah disusun.

Dalihnya 'yaudah pake aja yang ada, besok-besok mah gampang lah, liat nanti aja'

Padahal nanti yang disepeleken hari ini, bisa jadi adalah waktu yang dimungkinkan untuk terjadinya "bom meledak".

Aku termasuk manusia yang selalu overthinking, sudah kepikiran terhadap sesuatu yang belum dijalani.

Karena terlalu overthinking jadi selalu mempertimbangkan segala sesuatunya lengkap dengan baik buruknya,,, gimana kalau gini? Gimana kalau gitu?

Jujur itu melelahkan, tapi membuat aku ngga menyesal. Karena sudah merasa selalu cukup matang ketika melangkah atau berkeputusan.

Tapi bukan kah itu yang namanya mempersiapkan?

Bahkan kita hidup didunia ini adalah untuk mempersiapkan.

Mempersiapkan kehidupan yang kekal diakhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"berbincang" dengan Alloh

Hari ini aku  upload video baru lagi  isinya tentang kegiatan ku yang dimulai dari jam 3 subuh.  Bikin dagangan, masak harian untuk bekal suami dan makan ku di rumah, juga kegiatan bebersih rumah.  Di video terbaru aku itu, sebenernya mau curcol sedikit kegalauan aku tentang adanya peraturan baru dikantor suami, yaitu larangan berjualan.  Buat aku, jualan di kantor suami itu bukan hanya untuk isi waktu senggang, menyalurkan hobi baking ataupun iseng-iseng. Tapi ya memang kebutuhan untuk bantu suami.  Jadilah peraturan baru itu bikin aku sedih, bisa kerja dari rumah tuh impian aku banget. Walaupun hasilnya ngga sebanyak dan tetap seperti ketika aku jadi karyawan, tapi aku happy... Ketenangan hati pastinya.  Karena memang butuh, jadilah aku 'ngotot' tetap bawa dagangan ke kantor suami, tapi bedanya barang dagangan ku ngga didisplay.  Pengaruh banget sih penghasilannya, dihari itu... Berlanjut dihari ke dua setelah adanya peraturan pelarangan itu....

100%

Bismillahhirahmannirahim, Ada pendapat yang mengatakan "membangun lebih mudah ketimbang mempertahankan"  Ah tapi ntahlah,buat ku sama-sama sulitnya, apalagi ketika memulai sesuatu dan kemudian hasilnya tidak seperti yang diharapkan, pastilah bertemu dengan pembanding kesulitan yang lain. Kesulitan untuk tetap memiliki semangat yang sama...  Semangat yang sama besarnya ketika awal memulai, semangat 100% yang penuh keyakinan bahwa insyaAlloh hasilnya akan baik. Tapi biasanya ketika hasilnya diluar harapan... kebanyakan membuat semangat menurun, mungkin hanya menyisakan semangat 30% 😛. Kalau sudah begitu, hal yang diperlukan adalah lingkungan yang mendukung. Lingkungan yang terus memberikan kalimat-kalimat penyemangat untuk bisa membuat langkah yang tergontai menjadi langkah yang gegap dengan kekuatan energi 100%. Nah... semoga semangat ku tetap ada untuk dan tetap stabil dengan energi yang ngga kurang,,, yaaa minimal energi 70% lah yaaaa... yuk ditonton video terbaru aku hahah...