Hidup hari ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk mempersiapkan hari esoknya, itu kalimat yang aku katakan ke suami.
Alasan kalimat itu terucap ketika kami sedang membahas budget rumahtangga.
Terkadang yang bikin ngga cukup tuh karena kurang disiplin dengan perencanaan keuangan yang sudah disusun.
Dalihnya 'yaudah pake aja yang ada, besok-besok mah gampang lah, liat nanti aja'
Padahal nanti yang disepeleken hari ini, bisa jadi adalah waktu yang dimungkinkan untuk terjadinya "bom meledak".
Aku termasuk manusia yang selalu overthinking, sudah kepikiran terhadap sesuatu yang belum dijalani.
Karena terlalu overthinking jadi selalu mempertimbangkan segala sesuatunya lengkap dengan baik buruknya,,, gimana kalau gini? Gimana kalau gitu?
Jujur itu melelahkan, tapi membuat aku ngga menyesal. Karena sudah merasa selalu cukup matang ketika melangkah atau berkeputusan.
Tapi bukan kah itu yang namanya mempersiapkan?
Bahkan kita hidup didunia ini adalah untuk mempersiapkan.
Mempersiapkan kehidupan yang kekal diakhirat.
Komentar
Posting Komentar